Karir Moncer Harli Siregar Ditunjuk Jaksa Agung Memimpin Kejati Sumatera Utara

Cardovanews.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi mengeluarkan surat keputusan yang menetapkan promosi dan pengobatan terhadap 81 pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung. Rotasi ini sekaligus mengisi sejumlah posisi strategi yang telah lama kosong dan sebelumnya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Salah satu posisi penting yang mengalami perubahan adalah Kapuspenkum Kejaksaan Agung. Harli Siregar yang sebelumnya menjabat posisi tersebut, kini dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Utara menggantikan Idianto, yang dipindahkan menjadi Sekretaris Badan Pemulihan Aset Kejaksaan.

Mengisi posisi Kapuspenkum, Jaksa Agung menunjuk Wakajati Sulawesi Tenggara, Anang Supriatna, untuk menduduki jabatan tersebut.

Seluruh perubahan itu tercantum dalam Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-JA 352 tanggal 4 Juli 2025, yang memuat pemuatan dan penghentian dari dan dalam jabatan struktural bagi pejabat eselon II Kejaksaan.

Konfirmasi mengenai keputusan tersebut juga disampaikan langsung oleh Harli Siregar. “Benar, ada 81 pejabat yang dipromosikan dan dimutasi, katanya Jumat (4/7/2025).

Rotasi juga menyentuh sejumlah pejabat di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). Direktur Penyudikan, Abdul Qohar Affandi, dipromosikan menjadi Kajati Sulawesi Tenggara. Sementara Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi, Jehezkiel Devy Sudarso, ditunjuk sebagai Kajati Kepulauan Riau.

Sebagai pengganti, Asisten Khusus Jaksa Agung, Nurcahyo Jungkung Madyo, akan menjabat sebagai Direktur Penyudikan, dan Kajati Sulawesi Barat Andi Darmawangsa menggantikan posisi Devy Sudarso.

Dari JAM Pidana Umum (JAM Pidum), Direktur D Agus Sahat STT Lumban Gaol diangkat sebagai Kajati Kalimantan Tengah dan Direktur B Wahyudi menjabat Kajati Nusa Tenggara Barat. Jabatan mereka akan digantikan masing-masing oleh Wakajati Jawa Tengah Sugeng Riyanta dan Wakajati Lampung I Gde Ngurah Sriada.

Sementara itu, dua direktur dari JAM Intelijen juga mendapat promosi. Direktur III Supardi dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, dan Direktur II Basuki Sukardjono ditunjuk sebagai Kajati Papua Barat menggantikan Muhammad Syarifuddin yang kini menjabat Direktur Pengendalian Operasi pada JAM Pidsus.

Dari JAM Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun), Direktur Pertimbangan Hukum Sila Haholongan dipindah ke Kajati Kepulauan Bangka Belitung. Posisi yang ditinggalkan akan diisi Wakajati Sumatera Utara Rudy Irmawan. Sedangkan posisi Direktur Perdata kini dipercayakan kepada Wakajati Sumatera Barat Sugeng Hariadi.

Rotasi juga terjadi di beberapa posisi Wakajati. Sukarman Sumarinton (Wakajati Bengkulu) kini membantu Kajati Sulawesi Barat. Riyono (Wakajati Jawa Barat) menjadi Kajati Gorontalo. Sedangkan N Rahmat R (Wakajati Kalimantan Utara) kini dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Selain itu, sejumlah Kajati juga mendapat pengugasan baru di tingkat pusat. Kajati Kalimantan Tengah, Undang Mugapol, kini menjabat Sekretaris JAM Pidum, dan Kajati Kalimantan Timur, Iman Wijaya, diangkat menjadi Sekretaris JAM Pengawasan.

Sejumlah pejabat lainnya juga mengalami rotasi ke posisi pengawasan. Kajati Kepulauan Riau, Teguh Subroto, dimutasi menjadi Inspektur Keuangan JAM Pengawasan. Kajati Sulawesi Barat, Andi Darmawangsa, menggantikan Devy Sudarso sebagai Direktur Upaya Hukum Luar Biasa posisi pada JAM Pidsus.

Enen Saribanon (Kajati NTB) kini menjabat Inspektur I, sedangkan Dewa Gede Wirajana (Kajati Gorontalo) menduduki posisi sebagai Inspektur III, keduanya di JAM Pengawasan.

Rotasi besar ini disebut sebagai bagian dari penyegaran struktural dan upaya optimalisasi kinerja lembaga kejaksaan di seluruh wilayah Indonesia.

[Sabam Pakpahan]