260 Guru dari 140 Sekolah Ikuti Seminar “Educator vs AI” di Batam

seminar1

cardovanews.com — Sebanyak 260 guru dari 140 sekolah di Batam dan Tanjung Pinang berkumpul dalam Christian Teacher’s Seminar “Educator vs AI” (Seminar Guru Kristen bertema “Educator vs AI”) yang digelar di Crown Vista Hotel, Batam, pada Sabtu, 02 Mei 2026. Seminar ini menjadi forum strategis bagi para pendidik Kristen untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI) tanpa kehilangan jati diri mereka sebagai pendidik yang memanggil dengan hati.

Acara dibuka pukul 10.00 WIB oleh Bapak Sahat Sihombing dari Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Kantor Agama Kota Batam turut hadir memberikan kata sambutan, menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan kompetensi guru lintas lembaga.

seminar2

“Guru bisa menjadikan AI sebagai sahabat, bukan ancaman untuk mengembangkan diri dan skil berteknologi. Namun satu hal yang tak bisa digantikan AI adalah panggilan seorang guru untuk mencintai dan mendidik anak didik dengan hati nurani yang bersih dan mulia.”

— Ibu Roska Hombing Choi, Ketua Penyelenggara / Evangelis GLFI

Seminar ini diselenggarakan oleh Gospel Light For Indonesia (GLFI) dan Yayasan Pendidikan Hidup Baru, bekerja sama dengan Perkumpulan Pemilik Lembaga Pendidikan Swasta Nasional (P2LPSN). GLFI sendiri merupakan lembaga interdenominasi yang berfokus pada pelayanan pelatihan dan seminar rohani untuk memperlengkapi para pekerja gereja dan lembaga Kristen di seluruh Indonesia.

Dua Materi Utama yang Memperlengkapi Guru

Seminar menampilkan dua pemateri utama dari luar negeri. Sesi pertama dibawakan oleh Ms. Chia Poh Yok, M.Ed, dengan topik The Balanced Educator: Navigating Roles, Resilience and Reflection — membahas bagaimana guru dapat menjaga keseimbangan dalam perannya, membangun ketahanan diri, dan terus merefleksikan praktik mengajar di tengah perubahan zaman.

Sesi kedua disampaikan oleh Mr. Aaron, BEng, PGDE, dengan topik AI for Teachers: Tools, Tactics, and Teaching in a Digital Age — membekali peserta dengan alat-alat AI praktis dan taktik pengajaran yang relevan di era digital. Peserta diajak mengeksplorasi secara langsung bagaimana teknologi AI dapat memperkaya, bukan menggantikan, proses pembelajaran.

seminar2

Seminar tidak hanya berlangsung satu arah. Setelah pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para pemateri dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan mengalir dari para guru seputar cara praktis mengintegrasikan AI ke dalam kelas, hingga bagaimana respon seorang guru yang adil dan supportif bagi permasalahan yang dijumpai para guru saat mengajar para murid.

Tak kalah menarik, seminar juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman (sharing) di mana para guru saling menceritakan tantangan dan terobosan yang mereka hadapi di sekolah masing-masing. Suasana sesi ini terasa akrab dan penuh semangat, mencerminkan kerinduan para pendidik untuk terus bertumbuh dan saling menguatkan satu sama lain.

Guru sebagai Panggilan, Bukan Sekadar Profesi

Antusiasme peserta yang mencapai 260 guru dari 140 sekolah berbeda mencerminkan tingginya kebutuhan komunitas pendidik Kristen di wilayah Batam dan Tanjung Pinang terhadap wawasan teknologi yang berbasis nilai iman. Para penyelenggara berharap seminar ini menjadi titik awal bagi guru untuk mengembangkan diri secara teknologi, sekaligus memperkokoh keyakinan bahwa mendidik adalah sebuah panggilan — pekerjaan yang melibatkan hati nurani, relasi, dan kasih yang tidak bisa diprogram oleh mesin.

Seminar ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus mempertemukan para pendidik Kristen untuk saling menguatkan dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berubah.

INFO ACARA

Tema: Educator vs AI
Lokasi: Crown Vista Hotel, Batam
Penyelenggara: GLFI, Yayasan Pendidikan Hidup Baru, P2LPSN
Peserta: 260 guru dari 140 sekolah (Batam & Tanjung Pinang)
Pemateri: Ms. Chia Poh Yok, M.Ed  |  Mr. Aaron, BEng, PGDE