Goducate Learning Centre (GLC) dibawah LPK MIC yang dipimpin oleh Ibu Roska Sihombing, berkecimpung dalam bahasa-bahasa asing diantaranya bahasa Inggris, Mandarin dan Korea. Sing Your English (SYE) adalah salah satu produk GLC yang banyak diminati sebagai mata pelajaran ekstra kurikuler di sekolah-sekolah yang dilakukan secara Zoom di Indonesia dan luar Negri.
Tahun ini dengan bangga GLC mendatangkan 20 siswa dari Speer Girls’ School, Gwangju Korea Selatan yang didampingi oleh 3 orang guru dan yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah, Mr. Seo Gye Sang. Kedatangan siswa dan guru dari Korea ini adalah untuk mempelajari sekilas seni dan budaya Indonesia.
Dengan perkembangan teknologi sekarang, sangat mudah untuk mempelajari seni dan budaya suatu negara. Namun kepala sekolah Speer Girls’ School, Mr. Seo Gye Sang merasa “harus” mengunjungi Indonesia untuk lebih menyentuh seni dan budaya itu sendiri sehingga para siswi dapat mengenal Indonesia.
Dalam kesempatan ini GLC dengan fasilitatornya, Miss Hannah Choi Yun Jung putri Korea kelahiran Indonesia memaparkan apa itu Indonesia, di mana letak Indonesia dan apa itu budaya Indonesia hingga memperkenalkan ‘batik’ sebagai budaya nasional Indonesia yang sudah terkenal di dunia. Diakhir pertemuan ke 20 siswa dari Korea mendapatkan kesempatan untuk membuat batik bersama-sama.

Kegiatan ini diadakan di ballrooms Edunesia. Kehadiran siswa Speer Girls School ini juga disambut hangat dengan tarian Nusantara oleh siswa SMK Adimulia Batam.
Mengapa harus mengeluarkan banyak dana hanya untuk mempelajari seni dan budaya satu negara lain? Memang benar, keberhasilan satu negara tidak lebih tinggi dari mutu pendidikannya.
Saya berharap pemerintahan Indonesia yang baru, baik di pusat maupun di daerah lebih memperhatikan pendidikan anak bangsa dan terus menerus meningkatkan mutu pendidikan anak bangsa Indonesia. Dengan berkunjung ke satu negara untuk belajar seni dan budaya adalah satu bukti meningkatnya mutu pendidikan.
Mari Indonesia, dukung berdirinya sekolah-sekolah karena sekolah adalah nafas suatu negara. Dengan kata lain; “Jangan matikan negara dengan menutup sekolah”.










