Disiang yang cerah dibilangan Cibubur Jakarta Timur kini sedang berlangsung syukuran keluarga Besar Toga Pakpahan dan Boru SE Cipayung. Pesta syukuran Bona taon ini merupakan rutinitas tiap tahun sebagai ucapan rasa syukur dan wujud kebersamaan keluarga besar dalam suka maupun duka sepanjang setahun perjalanan tahun 2025 lalu.
Acara dimulai dengan ibadah yang mengusung tema, Pesta syukuran pomparan Toga Pakpahan Boru dohot bere SE Cipayung – Cilangkap Jakarta Timur. Masihaholongan ma Hamu, songon au manghaholongi Hamu ( Johannes 15 : 12) dan sub tema, Punguan Pakpahan Cipayung – Cilangkap, masihaholongan, masiaminaminan, dohot masitungkultungkolan laho manjangkon pasupasu Sian Kristus Tuhan.
Usai ibadah, berlanjut ramah tamah. Ketua panitia penyelenggara Erikson mengawali dengan penyampaian laporan hingga terselenggaranya kegiatan ini yang dominan dirancang kalangan ibu ibu.
Sabam Pakpahan sebagai ketua punguan dalam sambutannya menguraikan beberapa point yang menjadi catatan penting. “Pertama keutuhan Toga Pakpahan diwilayah ini menjadi satu kesatuan utuh yang tak bisa ditawar tawar. Adalah ikatan darah menjadi pengikat tanpa syarat hari ini esok dan sampai kapanpun”, tegasnya.
Kedua keluarga ini diproyeksikan menjadi percontohan dimanapun belahan dunia ini, diamana persaudaraan ikatan darah tidak boleh diusik kepentingan status sosial maupun ekonomi. Sejarah biarlah menjadi sejarah, tapi apa yang sudah mendarah daging dalam kehidupan kita sehari hari selama ini adalah bukti kuat tak terbantahkan, pungkasnya.
Selanjutnya St Bona Parhehean Pakpahan menegaskan komitmennya terkait keutuhan punguan ini tanpa batas waktu. Sampai kiamat, kita pertahankan ini dan seluruh generasi kita kedepan wajib kita wariskan katanya. St Bona diketahui juga sebagai ketua Pakpahan Hutanamora se-Jabotabek. Komitmen ini didukung sepenuhnya anggota lainnya dengan kompak. Dormen Pakpahan menambahkan agar pengurus berupaya keras menciptakan even even yang diorientasikan menyertakan semua generasi yang diketahui belakangan menjadi fakta tersendiri ditengah derasnya arus globalisasi yang menggerus kecintaan kepada budaya dan asal muasalnya bila kondisi ini tidak segera dibenahi.
“Saya minta pengurus wujudkan itu, buat even even yang menarik minat anak anak kita, generasi kita yang kelahiran era modern ini”, tegasnya.
Hingga berita ini dinaikkan, acara syukuran dan kemeriahan ini masih berlangsung dengan beragam acara yang diselenggarakan panitia.
Kalangan ibu ibu dan anak anak silih berganti bernyanyi dipandu group Purba Musik bersama timnya.
[Sabam Pakpahan]










