Cardovanews.com – JAKARTA – Dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong percepatan investasi.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, di Jakarta, Selasa (24/6).
MoU ini menitikberatkan pada penguatan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Salah satu poin pentingnya adalah rencana pembentukan desk pelayanan BKPM langsung di Batam, yang diharapkan dapat memangkas proses birokrasi yang selama ini tersentral di Jakarta.
Amsakar mengatakan, banyak layanan seperti penanaman modal asing, perizinan lingkungan, hingga reklamasi selama ini harus diurus ke pusat dan memakan waktu hingga dua tahun. Hal ini dianggap tidak selaras dengan kebutuhan investor yang menginginkan proses cepat dan pasti.
“Dengan adanya desk BKPM di Batam, semua bisa diproses lebih efisien dan investor tidak perlu menunggu terlalu lama,” ujarnya.
MoU tersebut juga memperkuat kerja sama dalam beberapa aspek, seperti pertukaran data dan informasi, pengawasan perizinan, pengembangan peluang investasi, dan optimalisasi potensi daerah.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan capaian investasi Kota Batam tahun 2024 yang mencapai Rp43,26 triliun—naik 31,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mendorong ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,69 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,03 persen.
Ia menambahkan, Batam mendapat mandat dari Presiden untuk berkontribusi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
Sebagai langkah konkret, sejumlah proyek strategis terus dikembangkan. Salah satunya adalah Nongsa Digital Park, yang juga ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk sektor digital. Kawasan ini menjadi pusat bagi industri startup dan teknologi.
Pertumbuhan industri digital terus menunjukkan tren positif, bahkan tiap tahun bisa mencapai 40 persen. Menurut data Kementerian Keuangan, nilai ekonomi digital diperkirakan akan mencapai Rp1.820 triliun pada 2025. Pada 2019 saja, nilainya sudah menembus Rp560 triliun. Potensi inilah yang membuat Nongsa Digital Park mulai dilirik oleh tenant berskala internasional.
Proyek Solar Home System juga menjadi daya tarik baru di sektor energi hijau. Dua perusahaan telah menyatakan minat berinvestasi dalam pengembangan energi terbarukan di Batam.
Dari sektor teknologi, kabar baik datang dari Apple, yang telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi di Kawasan Industri Tunas. Ini dianggap sebagai langkah besar untuk mengangkat Batam dalam peta industri global.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Batam tengah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang, bekerja sama dengan Mayapada Group. Proyek ini akan melibatkan lima hingga enam investor yang bergerak di bidang fasilitas dan layanan kesehatan modern.
Amsakar menegaskan, menarik investor bukan hanya soal promosi, tapi juga soal membangun sistem yang transparan dan dapat dipercaya.
“Jika pelaku usaha melihat keseriusan pemerintah dalam membenahi sistem, maka kepercayaan akan tumbuh. Ini yang terus kami lakukan di Batam,” tutupnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan apresiasinya atas capaian dan upaya yang terus dilakukan oleh BP Batam dalam mendorong pertumbuhan investasi.
“Peran Batam sangat strategis bagi kami, terutama dalam mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana diarahkan oleh Presiden,” ujarnya.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sendiri telah menetapkan target investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Untuk tahun 2025, target yang dicanangkan mencapai Rp1.900 triliun.
(Tim).










