Warga Kecamatan Cipayung Jakarta Timur, termasuk istimewa. Sebab perhatian serius Pemprov DKI Jakarta sejak 6 tahun lalu cukup signifikan untuk kawasan paling Timur ini.
Selain wilayahnya paling luas di antara seluruh kecamatan di Jakarta, fasilitas kawasan hijau karena terdapat ribuan hektar taman terbuka hijau mulai dari Taman Mini Indonesia Indah, Mabes Cilangkap dan puluhan taman yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.
Keunggulan lainnya, sebagai kawasan bebas banjir karena dihulu Jakarta, daerah ini juga menjadi pengendali banjir untuk Jakarta. Karena itu pada tahun ini Dinas Sumber Daya Air membangun dua (2) embung yaitu, embung Batu Bangkong dan Bambu Hitam.
Sementara itu, Sudin SDA Jakarta Timur kini sedang membangun waduk Giri Kencana seluas 4,47 Ha dengan daya tampung 35.749 m3. Dan juga Embung Sejuk seluas 0,47 Ha daya tampung airnya 7.234 m3.
Kasatpel SDA Kecamatan Cipayung, Dian Kartika menjelaskan seluruh kegiatan pembangunan waduk dan embung tersebut sedang berlangsung.
Dian juga mengaku belum mengetahui berapa anggaran untuk setiap proyek tersebut dan pihak kontraktor yang melaksanakannya.
Nanti ya kami informasikan, kami masih menunggu konfirmasi dari pihak Sudin dan Dinas, kata Dian ketika dihubungi info Indonesia, Sabtu (23/08/25).
Sementara itu Camat Cipayung, Panangaran Ritonga mengizinkan pembangunan waduk ketiga dan satu embung di wilayahnya.
Selain itu masih ada proyek perbaikan atau maksimalkan fungsi Embung Taman Bluntas di Kel Ceger
dan Taman Salix di Kelurahan Pondok Ranggon yang sudah lebih dulu dibangun.
“Kami tentunya apresiasi dan terima kasih kepada Dinas SDA, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga pembangunan tersebut dapat terlaksana. Semoga dengan dibangunnya waduk tersebut dapat mengurangi dampak konservasi dan banjir di wilayah Kec Cipayung”, katanya.
Ditambahkan Panangaran, selain sebagai pengendali banjir, terbukti waduk yang sudah dibangun memiliki multifungsi, baik sarana olahraga dan sebagai taman rekreasi serta ruang ketiga bagi keluarga yang ingin melepas penat.
Maruli Butar butar (62), warga Cilangkap meminta pemprov DKI dan kontraktor benar-benar mengerjakan waduk waduk tersebut dengan kualitas yang benar-benar kuat dan sesuai ketentuan.
Kami yang sudah puluhan tahun tinggal di daerah ini sering terimbas banjir hingga merusak perabotan rumah tangga dan kesehatan terancam karena lingkungan puluhan tahun waduk Giri Kencana ini ditelantarkan Pemda DKI, katanya.
Warga lainnya yang berada dilingkungan waduk Giri Kencana yang meminta identitasnya tidak diberitahukan meminta agar proyek ini selesai tahun ini. Tolong jangan berlama-lama ya, kemarin kami kebanjiran lebih parah dari sebelum dimulainya pembangunan ini”, katanya.
[Sabam Pakpahan]
