Hujan lebat yang mengguyur Jakarta Timur sejak Sabtu sore (21/03) hingga malam Minggu berdampak buruk bagi warga sekitar kali kali dan daerah cekungan rendah dibilangan Cipayung dan Ciracas.
Terpantau dibeberapa titik genangan menyebabkan laju kendaraan mampet tak bergerak karena kesulitan menembus ketinggian air yang menggenangi jalan raya.
Kondisi tersebut terjadi di terowongan toll Jagorawi pertigaan McD air mencapai ketinggian 50 cm. Di pengantin Ali terpantau tepatnya didepan stasiun LRT Ciracas ketinggian 30 hingga 50 cm. Sedangkan di jalan Raya Ciracas persisinya dijembatan kali Cipinang lebih parah hingga total tidak bisa dilewati semua jenis kendaraan karena ketinggian mencapai 1 meter.
Menjelang magrib, hujan yang terus mengguyur kawasan Cipayung dan Ciracas ini mengakibatkan banjir parah disemua kawasan rendah. Karena kiriman air dari hulu kali Munjul dan kali Cipinang yang sangat tinggi. Akibatnya jalan raya Cilangkap terhenti total hingga larut malam.
Ratusan warga terpaksa meninggalkan kendaraannya ditempat yang lebih tinggi dan nekad menembus banjir dengan berjalan kaki kembali kerumah masing masing dikawasan Giri Kencana dan Basuki Cilangkap.
Sebagian warga menitipkan kendaraannya dilingkungan warga. Dan terlihat solidaritas warga Cilangkap sangat harmonis menyikapi kondisi musibah banjir tersebut.
Terlebih suasana idul Fitri yang hangat dihari pertama ini. Semua warga yang masih tinggal dikawasan ini bersilaturahmi satu sama lainnya.
Pantauan lain yang termonitor dilapangan masih terdapat sampaha sampah hanyut terbawa arus dan berhenti dikawasan rendah seperti pulau harapan dan sekitar waduk Giri Kencana.
Dayan Frins Siringo Ringo, warga Pulau harapan yang hanya berjarak 50 meter dari waduk giri kencana menyesalkan peristiwa banjir ini. “Ini kali pertama rumah kami tergenang hingga 50 cm, semua perabotan rumah hancur”. Bapak liat semua kami warga disini tadi malam terkepung panjir hingga pagi hari belum surut. Ini terparah, rumah kami selama ini belum pernah banjir, kok waduk ini jadi malah kita yang tenggelam”, kata tokoh PBB (Pemuda Batak Bersatu) ini.
Warga lainnya menunjukkan tumpukan sampah yang dipemukiman mereka belum dibersihkan tim PPSU. Kami dibawah ini jadi korban warga yang kurang sadar masih buang sampah sembarangan.
“Tolong sama sama menyadari pentingnya kesehatan lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan donk”, keluh bapak lainnya.
Diman, Camat Cipayung menyatakan peristiwa genangan ini disebakan jebolnya tanggul kali Munjul.
“Genangan akibat tanggul kali di rw 2 Kelurahan Muunjul jebol. Terdampak beberapa RW. PPSU dan Satpel SDA serta bantuan dari dinas sosial dan PMI on proses”, kata camat, Minggu pagi (22/03).
Sementara itu Kepala Dinas Sosial pemprov DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat memberikan pertolongan kepada warga terdampak banjir dadakan ini.
“Sejak tadi malam sudah kami gerakan petugas dan bantuan pak, kami. Kami terus pantau dan akan terus mensupport kebutuhan warga bila keadaannya masih membutuhkan”, kata Iqbal.
[Sabam Pakpahan]
