Indeks

JAM-Intel: Kejaksaan Siap Bersinergi Kawal Pembangunan Desa Lewat Program JAGA DESA

Cardovanews.com – Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovanimenyampaikan paparan bertajukSinergi Mengawal Pembangunan Desa dalamrapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu 21 Mei 2025 di Aula Lantai. 10 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Adapun rapat koordinasi tersebut merupakankegiatan pemantauan sebagai tindaklanjut daripeluncuran pelaksanaan program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Kabupaten Tangerang, Senin (28/4/2025). Program ini diterapkan di seluruh 246 desa di wilayah tersebut dan digadang-gadangmenjadi model percontohan tingkat nasional.

JAM-Intel mengungkapkan bahwa program Jaksa Garda Desa (JAGA DESA) hadir sebagai langkahkonkret untuk memberikan pendampingan hukumkepada perangkat desamemaksimalkanpengelolaan keuangan desaserta mencegah dan menangani berbagai permasalahan hukum yang dihadapi masyarakat desa secara humanis dan proporsional.

“Desa merupakan ujung tombak pembangunanMelalui pendekatan preventifedukatif, dan sinergisKejaksaan ingin menjadi rumah yang nyaman bagiaparatur dan masyarakat desa,” tegas JAM-Intel.

Pokok-pokok Strategi JAGA DESA:

1. Pendampingan dan Pengawalan KeuanganDesa

Memberikan asistensi kepada Kepala Desa dan perangkatnya dalam pengelolaan anggaransecara tepat sasaran dan akuntabel.

2. Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa

Mendorong edukasi hukum demi terbangunnyabudaya hukum yang kuat di lingkunganpedesaan.

3. Upaya Pencegahan Permasalahan Hukum (Preventif)

Penyelesaian laporan pengaduan (Lapdudilakukan dengan pendekatan restorative dan mengedepankan niat jahat (mens reasebagaiindicator utama tindakan hukum.

4. Pengawasan Aset dan Tata Kelola Desa

Kejaksaan berkoordinasi dengan pemerintahdaerah dalam pembinaan dan pengawasan asetdesaserta memastikan program tidak tumpangtindih dengan aplikasi yang sudah ada.

Sebagai bagian dari modernisasi pelayanan publikKejaksaan meluncurkan aplikasi JAGA DESA yang dapat diakses melalui jagadesa.kejaksaan.go.idAplikasi ini memungkinkan kepala desa untukmelaporkan secara real-time kondisi anggaranaset, dan permasalahan hukum yang dihadapi desakepada Kejaksaan Negeri, dengan pengawasanlangsung dari Kejaksaan Tinggi dan KejaksaanAgung.

Langkah ini juga menjadi implementasi dari Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 23 Tahun 2023 dan Instruksi Jaksa Agung (INSJA) Nomor 5 Tahun2023, yang menegaskan perlunya ketepatankehati-hatian, dan penyelesaian perkara yang cepat dan berbiaya ringan dalam menangani dana desa.

Melalui pendekatan sinergis dengan tiga pilar desapemerintah daerah, dan institusi hukumjajaranIntelijen Kejaksaan RI siap memperkuatpembangunan dari desa sebagai fondasi Indonesia Maju.

Exit mobile version