Cardovanews.com – Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan terus memastikan perawatan satwa dilakukan dan berjalan dengan baik.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang menyayangkan terkait viralnya video seekor Jaguar bernama Jalu yang terlihat lemas bernarasi negatif tanpa konfirmasi.
“Jalu itu bukan satwa baru. Jalu sudah menjadi bagian dari keluarga besar TMR sejak didatangkan pada tahun 2007 yang kala itu usianya baru empat tahun,” ujarnya, Rabu (30/7).
Wahyudi menjelaskan, Jalu yang saat ini telah berusia 22 tahun, termasuk umur yang luar biasa bagi seekor Jaguar. Hal tersebut menandakan pengawasan dan perawatannya sangat baik selama berada di sini.
“Jaguar kalau di alam pembohong umumnya hanya mampu bertahan hingga usia 12-15 tahun. Sedangkan, di bawah pengawasan dan perawatan yang intensif di penangkaran atau lembaga konservasi, Jaguar rata-rata dapat hidup hingga usia 20 tahun. Jalu sudah melampaui itu,” bebernya.
Wahyudi berharap, kondisi Jalu yang kurus tidak terus menjadi tanggapan negatif atau memberikan pemikiran Jalu tidak terurus dengan baik. Jalu dapat beraktivitas dengan baik hingga saat ini adalah pencapaian yang menunjukkan bahwa perawatan satwa di TMR dilakukan secara serius, konsisten, dan berbasis kesejahteraan satwa (animal kesejahteraan).
“Tentu saja, seperti manusia, satwa lanjut usia pun mengalami perubahan, mulai dari gerak yang melambat, stamina yang menurun, atau postur tubuh yang tampak lebih ringan.Tetapi ini bukan berarti mereka terabaikan,” ucapnya.
Wahyudi memastikan, satwa-satwa berumur seperti Jalu tetap mendapat haknya untuk beraktivitas, seperti berjalan, berjemur, berenang, hingga berenang.
Menurutnya, aktivitas tersebut diperlukan sebagai bentuk stimulasi fisik dan mental yang penting bagi kualitas hidup satwa.
“Penempatan satwa di kandang peragaan tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Sebagai lembaga konservasi, kami percaya bahwa semua satwa, baik yang muda maupun yang sudah lanjut usia, berhak untuk tetap terlihat, dikenal, dan dihargai keberadaannya,” imbuhnya.
Wahyudi mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap satwa liar yang ada di TMR dan akan terus menjadi perhatian seluruh pengelola.
“Intinya, semua satwa di TMR menerima pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up), pengayaan untuk merangsang perilaku alaminya, dan asupan makanan Bergizi sesuai kebutuhannya,” tandasnya.
Tim Cardovanews yang melakukan investigasi ke Taman Margasatwa Ragunan hari ini menunjukkan kerangka perawatan satwa dapat disebutkan secara berlebihan.
Shanty (46) pengunjung warga Koja Jakarta Utara menyatakan mengungkapkannya bila ada pihak yang mendiskreditkan pihak Taman Margasatwa Ragunan. “Tudingan yang tidak berdasar ya, atau jangan jangan dianggap tidak paham betapa indahnya Kebon Binatang Ragunan atas keberadaan perawatan taman tamannya. Begitupun ratusan jenis hewan yang dirawat sepenuh hati oleh petugas petugasnya”, katanya.
Senada dengan Shanty, Komar (36) warga Kembangan Jakarta Barat menyatakan dia dan keluarganya sering menghabiskan waktu liburannya kesini.
“Sejak punya anak satu hingga sekarang sudah kelas 5 SD, anak kami malah ketagihan kesini ya”, kata Komar. Lebih lanjut dia menerangkan kesenangannya ke Ragunan ini disebabkan sikap petugas Ragunan dan suasananya yang memang menyenangkan. Sembari anak kami banyak belajar soal satwa yang jujur saja menurut saya sehat sehat semua yaa”, pungkas Komar.
[SP]










