Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar, Pemprov DKI Beri Ultimatum ke Adhi Karya

Cardovanews.com – Jakarta, 11 November 2025 – Setelah hampir dua dekade menjadi pemandangan di tengah hiruk-pikuk ibu kota, tiang-tiang beton bekas proyek Monorel Jakarta akhirnya akan dibongkar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan ultimatum tegas kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk segera menurunkan seluruh tiang yang masih berdiri di kawasan Senayan dan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, BUMN tersebut hanya memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikan pembongkaran. Jika tenggat waktu tersebut terlewati, Pemprov DKI akan mengambil alih seluruh proses pada awal tahun 2026.

“Kalau dalam satu bulan mereka tidak membongkar, maka Pemprov DKI yang akan membongkar. Kami sudah menetapkan waktunya, yaitu Januari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Langkah Tegas Lewat Surat Resmi

Keputusan pembongkaran tiang monorel ini diambil setelah melalui rapat koordinasi antara Pemprov DKI, PT Adhi Karya, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Hasil rapat menetapkan bahwa surat resmi perintah pembongkaran akan dikirimkan kepada Adhi Karya pada awal pekan depan.

“Kemarin sudah kita rapatkan. Dalam waktu paling lama awal minggu depan, saya akan menulis surat kepada Adhi Karya untuk meminta mereka segera menindaklanjuti sesuai arahan dari Kajati Jakarta,” kata Pramono.

Begitu tiang-tiang tersebut dibersihkan, Pemprov DKI berencana melakukan penataan ulang kawasan Rasuna Said dan Senayan agar lebih tertib dan nyaman bagi pengguna jalan.

Solusi untuk Kemacetan Ibu Kota

Berdasarkan kajian dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pembongkaran tiang-tiang monorel di Rasuna Said dan Senayan diperkirakan dapat menurunkan tingkat kemacetan hingga 18 persen.

“Kalau itu bisa dilakukan, berdasarkan hasil kajian dan perhitungan Dishub, kemacetan di Rasuna Said bisa turun antara 14 hingga 18 persen. Semua biayanya akan ditanggung lewat APBD DKI,” terang Pramono.

Rencana pembongkaran ini menjadi bagian dari program besar penataan lalu lintas dan ruang kota Jakarta, sejalan dengan visi menjadikan ibu kota lebih manusiawi dan efisien.

Akhir dari Proyek yang Tak Pernah Selesai

Proyek monorel Jakarta awalnya dimulai pada tahun 2004 dengan ambisi menghadirkan transportasi modern di ibu kota. Namun, proyek itu mandek pada 2007 dan menyisakan sekitar 90 tiang beton di berbagai titik kota tanpa fungsi.

Pramono menilai, persoalan tersebut terlalu lama diabaikan oleh para pemimpin sebelumnya.

“Ada kolom-kolom monorel di Rasuna Said dan Senayan yang sampai hari ini tidak ada yang mau menyentuh. Bagi saya, ini harus diselesaikan,” ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).

Menurutnya, keberadaan tiang-tiang tersebut telah mengganggu estetika kota dan menimbulkan kesan Jakarta tidak tertata. Karena itu, Pemprov harus mengambil keputusan tegas.

“Bukan monorelnya yang dilanjutkan, tapi tiang-tiang yang tidak berfungsi itu harus ditentukan nasibnya. Mau dibersihkan, dimanfaatkan, atau diubah jadi apa — tidak bisa terus dibiarkan,” tegasnya.

Penutup: Babak Baru Penataan Jakarta

Setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari pemandangan kota yang terlupakan, pembongkaran tiang monorel Jakartaakan menjadi simbol perubahan. Langkah ini diharapkan membuka jalan bagi wajah baru Jakarta — lebih indah, efisien, dan bebas dari peninggalan proyek gagal masa lalu.

(SP).