Cardovanews.com – Pemprov DKI Jakarta selalu menjadi perhatian publik dari semua arah. Sehingga setiap kebijakan yang dilakukan pemimpin ibukota ini sering menginspirasi pemimpin di daerah lain.
Selain kebijakan kebijakan yang dianggap barometer kepempimpinan yang moderen, anggaran APBD DKI yang jumbo juga pemicu rasa ingin tahu publik bagaimana penggunaan anggaran besar tersebut untuk membangun Jakarta.
Belakangan salah satu sorotan tajam anggota dewan dari Kebun Sirih markasnya DPRD DKI Jakarta terkait pengangkatan dan pemberhentian pejabat dilingkup pemprov DKI Jakarta.
Hal paling krusial disoroti adalah penurunan jabatan seseorang (Demosi) lalu jabatan tersebut dipercayakan ke pejabat yang pangkatnya lebih rendah dan juga sebagai pejabat Plt (Pelaksana Tugas), artinya tidak sebagai pejabat definitif.
Kejadian seperti ini terjadi diberbagai OPD pemprov DKI Jakarta, sebut saja Plt Walikota Jakarta Timur yang dijabat Wawalikota dan Walikotanya Moh Anwar di Demosi jadi Asisten Deputi
Kasus berbeda terjadi di dinas SDA (Sumber Daya Air). Pasca Kepala Dinasnya Yusmada Faisal memasuki usia pensiun diusia 59 tahun Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono memerintahkan Ika Agustin Ningrum melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta di samping jabatannya sebagai Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air.
Dalam surat tersebut, Joko memerintahkan Ika menjabat sebagai Plt Kepala Dinas (Kadis) SDA DKI Jakarta sejak 11 Juli 2023 sampai pejabat definitif ditetapkan atau paling lama 11 Oktober 2023. Namun apa yang terjadi hingga kini? Ika terus diperpanjang tugasnya hingga 6 kali di semasa kepemimpinan PJ Gubernur Heru Budi Hartono dan PJ Gub DKI Teguh Setyabudi hingga saat ini.
Kejadian ini membuat kegalauan luar biasa dikalangan ASN Dinas SDA hingga jajarannya. Sekalipun mereka tidak bersedia disebutkan namanya dalam berita, tapi bisa ditemui keluhan ini menghambat karir ASN dan merusak sistem yang didengung dengungkan merit system dan kompetensi di pemprov DKI itu omong kosong.
Beruntung pasca Pilkad yang dimenangkan Pramono – Rano Karno. Kasus kasus yang merusak citra pemprov DKI ini menjadi agenda penting gubernur Pramono. Pram malah sudah menjanjikan akan mendefenitifkann semua jabatan jabatan Plt setelah lebaran Maret kemarin.
Lalu berikutnya banyak yang ingin tahu, siapakah profil Ika Agustin Ningrum ini?
Ika Agustin Ningrum adalah alumi
S-1 Teknik Bangunan Air/Jalan/jembatan (Universitas Brawijaya) tahun 2004. Lalu masuk PNS DKI bertugas staff di dinas pekerjaan umum tahun 2006. 2015-2017 Kasi Operasi dan pemeliharaan sistem aliran tengah.
2019-2020 Kabid Pengendalian Banjir dan Drainase dan 2020-2023. Dan sejak November 2023 hingga sekarang menjabat Plt Kadis SDA merangkap Kabid Pengendalian Banjir dan Drainase.
Dari kari cemerlang tersebut, lalu bagaimana kekayaan Ika Agustin Ningrum? Dari laman elhkpn.co.id tercatat dia taat lapor harta kekayaannya tiap tahun sejak tahun 2015.
Peningkatan kenaikan hartanya terlihat diperiode tahun 2023 ke 2024 dari semula Rp 2.044.069.626 menjadi Rp 3.814.769.581.
Adapun rinciannya sbb digambar ini
Sayangnya Ika Agustin Ningrum tidak berkenan diwawancarai. Bahkan dikonfirmasi perihal trik dan strateginya hingga dipercaya pemimpin Jakarta dari masa kemasa di tiga tahun ini. Sementara dia masih junior dan tak jarang dianggap anak kemarin dikalangan pejabat tapi begitu hebatnya bisa terus dipercaya sebagai Plt Kadis SDA yang memiliki anggaran 5 hingga 10 Triliyun setiap tahun.
[Sabam Pakpahan]
