Menelisik Rumitnya Pembangunan Waduk Giri Kencana yang Ditunggu Warga Cilangkap

Cardovanews.com – Jakarta – Warga Cilangkap sudah lebih dari satu dekade menanti tuntasnya pembangunan Waduk Giri Kencana. Sejak digagas tahun 2012 oleh Gubernur Jakarta kala itu, Fauzi Bowo, proyek yang ditujukan untuk mengatasi banjir musiman ini sempat terhenti dan terbengkalai bertahun-tahun.

Pergantian kepemimpinan DKI Jakarta mulai dari Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Djarot Saeful Hidayat, hingga Anies Baswedan, bahkan dua tahun masa Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono dan Teguh Setyabudi, tak juga mampu menyelesaikan waduk tersebut. Ironisnya, selama 12 tahun terakhir Pemprov DKI justru berhasil membangun puluhan waduk baru, sementara Waduk Giri Kencana dibiarkan terbengkalai.

Kekecewaan warga semakin memuncak ketika seorang anak bernama M. Ridwan (12) meninggal dunia pada 27 Januari 2020 akibat terjatuh di lokasi waduk tanpa pagar pengaman. Peristiwa itu menambah desakan warga agar pemerintah serius menuntaskan proyek ini.

Salah satu faktor utama yang membuat pembangunan waduk berlarut-larut adalah pembebasan lahan yang tak kunjung rampung. Hal ini sempat disampaikan oleh Camat Cipayung, Panagaran Ritonga. Namun kini, sejak Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno memimpin Jakarta, proyek ini kembali digarap dengan serius. Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp55 miliar dan menunjuk PT Varas Ratubadis Prambanan sebagai kontraktor pelaksana.

Pantauan Info Indonesia di lokasi pada Minggu (14/9), sejumlah alat berat dan kendaraan proyek tampak bekerja intensif. Sedikitnya lima unit ekskavator, truk pengangkut material, hingga empat mobil molen terlihat sibuk mendukung pengerjaan. Pihak kontraktor, Napitupulu, menyatakan proyek diawasi ketat oleh Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

Meski demikian, Napit mengungkap ada sejumlah kendala teknis, seperti item pekerjaan yang tidak tercantum dalam BoQ (Bill of Quantity). Menurutnya, sistem e-catalog yang digunakan saat ini tidak memungkinkan adanya perubahan anggaran dengan CCO (Contract Change Order). Akibatnya, pihak kontraktor menanggung risiko pembiayaan tambahan hingga miliaran rupiah.

Di sisi lain, warga mulai melihat progres nyata pembangunan waduk ini. Maruli Butar Butar (63), warga Cilangkap, mengaku puas melihat pengerjaan yang rapi dan cepat. “Sudah ditembok keliling, mudah-mudahan tahun ini selesai dan kita bebas banjir,” ujarnya. Hal senada disampaikan Egy (35) yang berharap bisa menetap di kawasan tersebut tanpa khawatir rumahnya terendam lagi.

Diketahui, PT Varas Ratubadis Prambanan saat ini mengerjakan 17 paket proyek di berbagai SKPD Pemprov DKI Jakarta, termasuk di Dinas SDA, Bina Marga, dan Lingkungan Hidup. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan pemerintah terhadap perusahaan tersebut. Meski begitu, publik menekankan agar kualitas proyek tetap menjadi prioritas dan tidak hanya menjadi ajang bagi-bagi keuntungan bagi segelintir pihak.

(SP)