Kesadaran Pengelola Mall Artha Gading Buang Sampah Minim Berdampak Fungsi Rumah Pompa Terganggu

Cardovanews.com – JAKARTA – Kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab warga, tetapi juga pihak pengelola pusat perbelanjaan. Hal ini terlihat dari permasalahan sampah yang kerap mengganggu fungsi rumah pompa pengendali banjir di kawasan Mall Artha Gading, Jakarta Utara.

Dua petugas rumah pompa Dinas Sumber Daya Air (SDA), Vega (36) dan Ronal (46), mengungkapkan kepada Info Indonesia pada Rabu (17/9/2025) bahwa sampah sering kali menjadi penyebab terganggunya fungsi pompa. “Banyak sampah dari pedagang kaki lima, mulai dari plastik, kertas, hingga botol minuman. Tapi yang lebih parah justru sampah dari pengelola mall sendiri,” ungkap Ronal.

Menurut mereka, sampah yang dibuang pihak pengelola mall bukan sekadar daun atau ranting kecil. Bahkan batang pohon besar hasil pemangkasan kerap dibuang langsung ke saluran air. “Itu yang beberapa kali membuat pompa tidak bisa bekerja optimal,” tambahnya.

Vega menuturkan, keluhan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pedagang maupun petugas kebersihan mall, namun hingga kini belum ada perubahan berarti. “Sudah sering kami ingatkan, tapi tetap terulang,” ujarnya.

Rumah pompa Artha Gading sendiri memiliki teknologi pengendali banjir dengan kapasitas besar. Di lokasi ini terdapat lima pompa stasioner, dua unit berkapasitas 3.000 liter per detik, satu unit 1.000 liter per detik, serta dua pompa lumpur dengan kapasitas 250 liter per detik. Selain itu, ada juga dua pintu air tambahan yang mendukung fungsi pompa.

Meski seluruh perangkat dalam kondisi prima, Vega menegaskan bahwa permasalahan sampah tetap menjadi ancaman serius. “Kalau peralatan ada kendala, teknisi cepat memperbaiki. Tapi kalau sampah terus dibuang sembarangan, pompa sehebat apapun bisa terganggu,” pungkasnya.

{SP}