Kampanye Kesehatan Terpadu 2026 Dibuka, Amsakar Tekankan Pencegahan Stunting

BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi membuka Kampanye Kesehatan Terpadu Kota Batam 2026 yang digelar di Alun-Alun Engku Putri, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. 

Tiga fokus utama yang diangkat meliputi penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), serta peningkatan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa kampanye ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari keluarga. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyebaran informasi secara luas. Menurutnya, pesan-pesan kesehatan tidak boleh berhenti di lokasi acara, melainkan harus diteruskan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Amsakar mengungkapkan, capaian sektor kesehatan di Batam menunjukkan tren positif. Program Universal Health Coverage (UHC) telah menjangkau hampir seluruh masyarakat, yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup warga.

Hal tersebut turut mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam yang kini masuk dalam jajaran tertinggi di wilayah Sumatera. 

Peningkatan ini tidak lepas dari kontribusi sektor kesehatan yang semakin membaik.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Batam dalam menekan angka kemiskinan dan stunting dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, Amsakar mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. Ia meminta seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, memberikan layanan yang cepat, responsif, dan tanpa diskriminasi.

“Pelayanan kesehatan harus mudah diakses dan tidak berbelit. Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya peran kader PKK dan posyandu sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

Kampanye ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan berlanjut dalam bentuk aksi nyata di lapangan, terutama dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran hidup sehat.

Menutup kegiatan, Amsakar menyampaikan optimisme bahwa Batam mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kita sedang membangun masa depan Batam melalui keluarga yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Red