Dibawah Kepemimpinan Amsakar, Batam Catat Prestasi Nasional dalam Penanggulangan Kemiskinan

Cardovanews.com – JAKARTA – Pemerintah Kota Batam kembali membuktikan kualitas kinerjanya di kancah nasional. Pada Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2025 yang berlangsung di Flores Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta, Senin (1/12/2025).

Batam dianugerahi penghargaan bergengsi dalam kategori Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Kota (Fiskal Tinggi).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Pusat Data dan Analisis Tempo, Philipus Parera, serta disaksikan langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir menerima penghargaan tersebut bersama jajaran pemerintah kota.

Penurunan Kemiskinan Batam Tertinggi di Kategori Kota Fiskal Tinggi

Prestasi ini diraih berkat kemampuan Batam menurunkan persentase sekaligus kedalaman kemiskinan hingga 0,11 persen, melampaui capaian rata-rata kota dengan kategori fiskal tinggi.

Selama lima tahun terakhir, tren penurunan kemiskinan Batam menunjukkan konsistensi. Setelah sempat meningkat menjadi 5,19 persen pada 2022, angka tersebut terus menurun:

  • 2023: 5,02%

  • 2024: 4,85%

  • 2025: 3,81% — terendah dalam periode tersebut.

Dengan capaian itu, Batam kini menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengungguli daerah lain seperti Karimun (5,16%), Bintan (4,77%), Natuna (4,81%), Lingga (9,12%), dan Kepulauan Anambas (6,35%).

Pada level kota, data BPS November 2025 juga menempatkan Batam di posisi terbaik dengan angka 3,81 persen, jauh di bawah Tanjungpinang yang masih mencatat 5,96 persen.

Penilaian Berdasarkan Penurunan Jumlah dan Kedalaman Kemiskinan

Tempo bersama Kemendagri menilai bahwa percepatan penanggulangan kemiskinan tidak hanya dilihat dari penurunan jumlah penduduk miskin (P0), tetapi juga peningkatan kualitas hidup atau kedalaman kemiskinan (P1). Batam dinilai memiliki akselerasi signifikan di dua indikator tersebut.

Selain Batam, penghargaan serupa juga diberikan berdasarkan kelompok fiskal.
Provinsi terbaik:

  • Papua Pegunungan (fiskal rendah)

  • Bengkulu (fiskal sedang)

  • Lampung (fiskal tinggi)

Kabupaten terbaik:

  • Intan Jaya (fiskal rendah)

  • Sleman (fiskal sedang)

  • Bekasi (fiskal tinggi)

Kota terbaik:

  • Sabang (fiskal rendah)

  • Palembang (fiskal sedang)

  • Batam (fiskal tinggi)

Mendagri Tito: Kompetisi Daerah untuk Percepat Kesejahteraan

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan ini bertujuan menciptakan kompetisi sehat antar daerah.

“Saya bergembira karena kita kembali memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Tempo memiliki kredibilitas tinggi, sehingga penghargaan ini penting untuk memotivasi kepala daerah memenuhi harapan rakyat,” ujarnya.

Tito juga menyoroti pentingnya kinerja kepala daerah dalam meningkatkan pelayanan publik, mengendalikan inflasi, menekan stunting, hingga mempercepat penurunan kemiskinan.

Mulai 2026, Kemendagri menyiapkan insentif Rp1 triliun bagi 200 daerah berprestasi, dengan masing-masing menerima sekitar Rp5 miliar. Insentif diberikan berdasarkan capaian nyata, termasuk pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengelolaan sampah.

Mayoritas Daerah Masih Berkategori Fiskal Lemah

Tito memaparkan bahwa dari 546 daerah di Indonesia:

  • 90% masih berada dalam kategori fiskal lemah.

  • Hanya 5% yang termasuk fiskal kuat, dan 5% lainnya berada di kategori sedang.

Untuk kota, dari 93 wilayah:

  • 11 kota berkategori fiskal kuat

  • 12 kota fiskal sedang

  • 70 kota lainnya masih fiskal lemah

Ajak Daerah Lain Tingkatkan Kinerja

Menutup sambutan, Tito mengajak seluruh pemerintah daerah terus meningkatkan pelayanan dan inovasi.

“Jika semua daerah berprestasi, negara ini akan melaju lebih cepat. Saya mengajak daerah yang belum beruntung untuk terus berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat,” tutupnya.

(Red).