Cardovanews.com – Ketua Pansus Parkir DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter menyayangkan adanya oknum juru parkir (jukir) liar yang mematok tarif Rp10 ribu di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan.
Menurutnya, kejadian itu menunjukkan lemahnya pengawasan dari petugas Satpol PP. Terlebih, di saat yang bersamaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang berada di taman tersebut untuk menghadiri sebuah acara.
“Sapol PP harusnya mengawasi itu, kemudian di situ ada juru parkir ditanya, pengawasan dari Satpol PP itu lemah sekali itu,” kata Jupiter kepada inilah.com, Senin (23/6/2025).
Dia mengatakan terkait pengawasan parkir liar tersebut sudah disampaikan berulang kali dalam rapat, terutama agar Satpol PP melakukan patroli guna memastikan parkir liar ini tidak meresahkan masyarakat.
“Terutama dengan harga semau-maunya mereka. Nanti ya kami akan rapat, kami akan sampaikan lagi deh, ini berulang kali terus terang di Satpol PP itu lemah sekali itu. Enggak ada kerjanya kepala Satpol PP,” ucapnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membayar jika ada oknum parkir liar yang memasang tarif di atas Rp5.000. Ia juga meminta masyarakat melapor kepada pihak berwajib.
“Karena di dalam regulasi enggak ada itu harga di atas Rp5.000, paling mahal itu cuma Rp. Rp3.000-4.000 itu,” katanya.
Sebagai informasi, ramainya Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, di saat libur akhir pekan dimanfaatkan oleh juru parkir liar yang memasang tarif tinggi. Parkir motor di kawasan tersebut dipatok Rp10 ribu.
Tarif yang dipatok penjaga parkir liar itu lebih mahal daripada di gedung-gedung parkir resmi di Jakarta yang rata-rata memasang tarif Rp2 ribu sekali parkir atau per jam.
Meski mobil dan pos Satpol PP terlihat terparkir di area Taman Literasi, parkir liar tetap menjamur. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga pun tampak membiarkan situasi itu tanpa tindakan.
Pada saat yang sama, Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno tengah berada di lokasi untuk menghadiri sebuah acara. Para petugas di sana terlihat lebih fokus mengurusi kedatangan mereka.
Juru parkir liar tampak bergerombol di sekitar taman. Perawakannya pun terkesan seperti preman, dengan rambut gondrong dan tubuh bertato. Saat pengendara mulai memarkirkan motornya, mereka langsung menghampiri sambil berkata, “Langsung bayar ya, Bang,” kata seorang juru parkir.
Ketika ditanya soal tarif, juru parkir tersebut menjawab singkat, “Biasa, Bang, Rp10 ribu,” katanya
Salah satu pengendara, Fadly, menyayangkan praktik tersebut. Ia mengaku sempat terkejut saat dikenakan tarif tinggi di tempat umum yang semestinya bebas pungli.
“Gila aja, motor Rp10 ribu enggak ngotak. Kok bisa dibiarin ya hal seperti ini di lokasi seramai ini tanpa ada penertiban. Harusnya pemerintah turun tangan, karena ini jelas merugikan masyarakat,” ujar Fadly.
[Sabam Pakpahan]










