Guru SD di Karimun Dapat Pembekalan Koding dan Kecerdasan Artifisial: Siap Wujudkan Pembelajaran Masa Depan

Cardovanews.com – Karimun – Sebanyak 37 guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengikuti pelatihan intensif koding dan kecerdasan artifisial (AI) yang Diselenggarakan selama lima hari, 2125 Juli 2025, di SD Negeri 001 Karimun.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun dengan Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Kepulauan Riau.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan Keputusan Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 5/B/HK.03.01/2025 tentang Petunjuk Teknis Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Ali Rahman Kaban, M.Pd., selaku Penanggung Jawab (PIC) Koding dan Kecerdasan Artifisial dari KGTK Provinsi Kepulauan Riau, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

“Koding dan AI bukan sekedar keterampilan tambahan, tetapi kini menjadi bagian dari kurikulum nasional yang harus dikuasai guru untuk diteruskan kepada murid,” ujar Ali.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap: IN-1, On the Job Training (OJT), dan IN-2. Tahapan IN-1 telah terlaksana dalam pelatihan lima hari ini. Selanjutnya, para guru akan masuk ke fase OJT selama kurang lebih tiga bulan, di mana mereka akan menerapkan pembelajaran di sekolah masing-masing. Setiap bulannya, peserta akan tetap melakukan pertemuan dengan fasilitator.

Program akan ditutup dengan kegiatan IN-2 selama tiga hari di lokasi yang sama.
Dua fasilitator yang menjadi pelatihan motor ini adalah Mohd. Iqbal, ST, M.Kom. dari STIKOM Muhammadiyah Batam dan Eko Febri Syahputra Siregar, M.Pd. dari Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Menurut Iqbal, antusiasme peserta sangat tinggi. Para guru tidak hanya tepat waktu dalam mengikuti sesi, tetapi juga aktif mencoba berbagai tools digital seperti ChatGPT, Scratch, Pascal, serta melakukan praktik plugged dan unplugged coding.

“Semangat guru-guru luar biasa. Mereka berani mencoba, bahkan menyelesaikan tugas-tugas inovatif yang kami berikan,” ujarnya.

Sementara itu, Eko Febri menilai para guru tidak hanya disiplin, tetapi juga menunjukkan kesiapan nyata untuk mengimplementasikan pembelajaran teknologi di kelas.

Hal itu terlihat saat mereka melakukan sesi peer teaching.

“Hasil tindakan mereka bahkan melebihi ekspektasi kami. Ini pertanda bahwa mereka benar-benar siap membawa perubahan di ruang kelas,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Husin, S.Pd., MMPub., menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta dan penyelenggara.

“Guru harus terus semangat dan berinovasi. Keterampilan koding dan AI kini menjadi bagian penting dari kebutuhan zaman.

 Kita ingin menjadi peserta didik, kita tidak hanya siap menghadapi masa depan, tapi menjadi pemimpin di dalamnya,” tegas Husin.
Salah satu peserta, Said Musa, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.

 Ia mengapresiasi suasana belajar yang kolaboratif dan terbuka.

“Tidak ada rasa malu untuk belajar. Kami justru semangat bekerja sama, saling membantu, dan disiplin. Kami sudah tidak sabar ingin berbagi dengan rekan-rekan di sekolah dan menerapkannya di kelas,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, Kabupaten Karimun menegaskan komitmennya dalam menyiapkan guru dan peserta didik untuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih digital, kolaboratif, dan adaptif terhadap kemajuan zaman.