Syukuran Bona Taon WIJK 10 di Puncak Bogor Berlangsung Meriah

Suasana kebahagiaan jemaat HKBP Cipinang Cilangkap yang diselenggarakan di villa Kayu Batu Layang Puncak Bogor selama dua hari, Sabtu kemarin dan Minggu hari ini (15 Maret) 2006 berlangsung hikmat dan keceriaan.

Ratusan jemaat yang berangkat kompak konvoi Sabtu subuh dari waduk Giri Kencana Cilangkap menambah semarak suasana.

Koordinator WIJK 10, Simon Sinaga bersama panitia mengkonsolidasi pemberangkatan hingga berakhirnya syukuran tersebut terlihat tetap semangat. 

Pantauan Info Indonesia dilokasi villa yang tergolong unik tersebut menyaksikan beragam kegiatan yang diselenggarakan panitia. 

Kegiatan yang digelar kali ini menghadirkan suasana keceriaan namun sarat pesan moral dan etika.

Dayan Frins Sirongo Rongo yang memandu acara dan menghadirkan ide ide kreatif yang tak biasa ini membuat peserta baik bapak bapak, ibu ibu, remaja dan anak anak secara serius mengikutinya.

Daniel Konco Manise Pakpahan (26) seorang Remaja bersama teman temannya mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut.

“Kami bersyukur mengikuti acara ini. Banyak pesan pesan moral yang kami petik selama dua hari ini. Selain itu, sesama kami remaja yang bertetangga terjalin kekompakan yang selama ini kami tidak terlalu hiraukan dalam pergaulan sehari hari”, katanya diamini rekannya yang lain.

Seperti biasanya kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, perhelatan syukuran Bona Taon WIJK 10, ibadah hari Minggu dipimpin St. monontang Arnes Sinaga. Ibadah berlangsung khusuk penuh hikmad ini menekankan makna Thema  “Marparange ma Hamu songon angka anak hatiuron” ( Persis 5: 8b) artinya Tetapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak anak terang”.

Untuk diketahui, sudah rahasia umum acara kerohanian seperti ini selalu diselingi dengan hiburan seperti orgen tunggal.

Hadirin selain dihibur alunan musik profesional, mereka bebas bernyanyi bergantian menambak kekerabatan dan kekompakan seluruh jemaat baik kalangan ibu ibu maupun bapak bapak.

“Tahun depan kita buat lebih semarak lagi. Kalau bisa kesempatan seperti ini kita buat sekalian liburan keluarga. Kita tambah jadi dua hari dua malam saja tahun depan ya”, kata ibu ibu kompak yang diamini bapak bapak sambil tertawa lepas.

[Sabam Pakpahan]