Cardovanews.com – Batam – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Batam menjalin silaturahmi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam, Rabu (21/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Batam ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa dan lembaga pengawas pemilu dalam mengawal kualitas demokrasi di daerah.
Ketua PC IMM Kota Batam, Zulkarnain, mengatakan kunjungan tersebut merupakan agenda awal kepengurusan baru pasca pelantikan Desember 2025. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi dengan Bawaslu penting untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra kritis demokrasi.
“Bagi kami, Bawaslu adalah mitra strategis. IMM siap berkolaborasi dalam pencegahan pelanggaran pemilu, edukasi politik masyarakat, hingga diskusi publik terkait isu-isu demokrasi,” ujar Zulkarnain.
Ia menegaskan, IMM berkomitmen hadir di ruang-ruang advokasi kebijakan publik, termasuk merespons dinamika nasional seperti wacana revisi mekanisme Pilkada dan regulasi kepemiluan. Mahasiswa, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga integritas proses demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, mengapresiasi silaturahmi PC IMM dan menilai keterlibatan mahasiswa sangat membantu kerja-kerja pengawasan pemilu, terutama pada aspek pencegahan.
“Partisipasi mahasiswa sangat kami butuhkan, khususnya di masa non-tahapan. Salah satu agenda penting Bawaslu adalah Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan setiap triwulan agar data pemilih tetap akurat,” jelas Antonius.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif menyampaikan informasi kepada Bawaslu apabila menemukan warga yang belum terdaftar sebagai pemilih atau terdapat ketidaksesuaian data di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Antonius turut menyinggung pelaksanaan Pilkada Kota Batam yang berjalan relatif kondusif tanpa Pemungutan Suara Ulang (PSU). Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan kewenangan Bawaslu, terutama dalam penanganan dugaan praktik politik uang.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi mitra kritis sekaligus penguat lembaga, termasuk mendorong perbaikan regulasi ke depan agar demokrasi semakin berkualitas,” tambahnya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Batam, Zainal Abidin, menambahkan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal isu demokrasi di ruang akademik maupun publik.
“Dialog seperti ini penting agar mahasiswa memahami tantangan dan keterbatasan pengawasan pemilu. Kolaborasi dan kontrol sosial dari mahasiswa sangat dibutuhkan demi perbaikan demokrasi ke depan,” ujarnya.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan diskusi terbuka antara jajaran Bawaslu Kota Batam dan PC IMM Kota Batam, membahas tantangan pengawasan pemilu, dinamika regulasi, serta peluang kolaborasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas demokrasi di Kota Batam.
(H/A)










