Miris GKI Bajem Ciracas Tergenang Banjir Tiap Hujan Intensitas Tinggi

Cardovanews.com – Hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (8/7/2025) mengakibatkan sebagian besar Jakarta dilanda banjir bahkan hingga daerah penyangga ibukota mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang tak terhingga.

Liputan info Indonesia di wilayah Jakarta Timur Banjir tepatnya di jalan raya Centex gang Puskesmas Kelurahan Ciracas. Di RT 011/RW 02 gang Puskesmas Kelurahan Ciracas terdapat bangunan sebuah gereja dengan nama Gereja Kristen Indonesia Bakal Jemaat (GKI Bajem) Ciracas. Tak luput dari banjir hingga 50 cm. Dan peristiwa ini terus berulang tiap kali hujan deras mengguyur.

Gereja ini sudah berdiri sejak tahun 1987. Saat ini anggota jemaatnya 280 jiwa.

Akses jalan untuk menuju GKI Bajem Ciracas yang berdiri ditanah seluas lebih kurang 270 m2 itu hanya sebuah gang kecil dengan lebar sekitar 1 meter yang hanya dapat di lintasi warga dengan jalan kaki atau kendaraan satu motor saja.

Menurut penuturan pengurus GKI Bajem Ciracas Pnt. Lazarus, lokasi tanah gereja dahulunya didapat dari hibah. Dibangun tahun 1985-1986 dan lahan disekitar gereja masih kosong dan persawahan. Gereja ini sudah berdiri sejak tahun 1987 dan saat ini anggota jemaatnya 280 jiwa.    

“Sejak tahun 1990 an lokasi gereja semakin terhempit seiring masifnya pembangunan rumah warga sekitar gereja” ucap Pnt. Lazarus.

Dalam perjalannanya, sejak berdiri, keberadaan GKI Bajem Ciracas tidak ada persoalan dengan warga sekitar, dan dapat melaksanakan ibadah dan kegiatan gereja setiap waktu.

“Keberadaan kami sejak tahu 1985 mendapat pengakuan dari Kanwil Depatemen Agama Pemprov DKI Jakarta tidak pernah bersingungan dengan warga, hanya saja lokasi saat ini sudah tidak memungkimkan untuk di bangun,” tutur Pnt. Paskaria Sitinjak.

Pasalnya, selain sudah di apit pemukiman padat penduduk, akses masuk jalan utama sempit hanya sebuah gang lebar sekitar 1 meter dan sudah pasti langganan banjir tiap musim penghujan.

”Setiap hujan deras seperti kemarin, pasti gereja kita banjir. Karena memang lokasi gereja berada pada resapan air. Ibarat kuali, lokasi ini cangkoknya. Jadi air dari atas pasti mengucur ke gereja,” tambah Pnt. Sapto.

Karena tidak memungkimkan lagi untuk dikembangkan, GKI Bajem Ciracas dibawah pembinaan GKI Palsigunung dan pendampingan dari klasis sepakat untuk merelokasi ketempat yang lebih layak.

Pada tahun 2007 GKI Bajem Ciracas membeli lahan pertapakan gereja di Jalan Asem RT 03 RW 04 Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas sekitar 600 m2.

Sejak tahun 2010 tanah pertapakan di Jalan Asem mulai dibangun sambil mengumpulkan tanda tangan persetujuan dari warga sekitar untuk izin rumah ibadah, kemudian selesai dibangun tahun 2018 dengan nama Griya Ciracas dan berhasil mendapatkan 55 tanda tangan persetujuan dari warga.

Semenjak masa pandemi Covid-19 berakhir pemerintah kembali mengizinkan aktivitas beribadah.

Namun karena kondisi bangunan di gang Puskesmas Ciracas yang terus mengalami kebanjiran, GKI Bajem Ciracas untuk pertama kalinya melakukan ibadah di Griya Ciracas jalan Asem pada tanggal 26 Februari 2022.

Sayangnya aktivitas peribadatan di Griya Ciracas tidak berlangsung lama. Tepatnya pada tanggal 20 Maret 2023, pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penyegelan Griya Ciracas dengan dasar tidak sesuai IMB/PBG atau persetujuan bangunan gedung (PBG) dan tidak sesuai sertifikat layak fungsi (SLF) bangunan. Kegiatan beribadah juga dilarang sampai sekarang.

“Hingga sekarang IMB/PBG GKI Bajem Ciracas di jalan Asem kelurahan Kelapa Dua Wetan terkatung-katung. Niat kami, lokasi sekarang di gang Puskesmas Ciracas, jika kami bisa beribadah di jalan Asem, kami sudah siap menjualnya ke Pemda DK Jakarta untuk dijadikan lahan resapan air, mengurangi banjir disekitar lokasi,” tutup Pnt. Sapto.

(Sabam Pakpahan)