Perumda Pasar Jaya Hadirkan Teknologi Hidrothermal untuk Olah Sampah di Pasar Kramat Jati

Jakarta – Perumda Pasar Jaya terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan berkelanjutan melalui penerapan teknologi pengolahan sampah modern di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Fokus Bintang Rejeki, Pasar Jaya menghadirkan teknologi hidrothermal untuk mengolah sampah organik secara cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pasar hijau atau Green Market yang tengah dikembangkan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. Melalui inovasi tersebut, pengelolaan sampah organik kini dapat dilakukan lebih efektif dibanding metode konvensional.

Pasar Kramat Jati diketahui memiliki sebanyak 1.803 Tempat Usaha (TU) dengan produksi sampah mencapai sekitar 6 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 hingga 80 persen merupakan sampah organik yang berasal dari aktivitas perdagangan sayur, buah, dan bahan pangan lainnya.

Sebelumnya, pengolahan sampah dilakukan secara manual melalui proses pengomposan yang membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 10 hari. Namun dengan teknologi hidrothermal, proses pengolahan kini hanya memerlukan waktu sekitar dua jam dalam setiap batch pengolahan.

Teknologi hidrothermal bekerja menggunakan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa proses pembakaran. Metode ini menghasilkan produk yang memiliki nilai guna, seperti pupuk cair berkualitas tinggi dan residu padat yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam maupun pupuk organik.

Berdasarkan hasil uji coba selama April 2026, teknologi tersebut berhasil mengolah sebanyak 1.708,1 kilogram sampah organik dan menghasilkan 936 liter pupuk cair. Efisiensi waktu pengolahan juga tercatat mencapai 80 kali lebih cepat dibanding metode konvensional.

Perumda Pasar Jaya menilai kolaborasi bersama PT Fokus Bintang Rejeki bukan sekadar solusi penanganan sampah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis dan ekologis.

Program ini juga diharapkan mampu menekan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang secara signifikan, sekaligus mendukung target pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Jakarta.

Keberhasilan implementasi teknologi hidrothermal di Pasar Kramat Jati nantinya akan dijadikan model percontohan bagi pasar-pasar lain di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya. Dengan inovasi tersebut, Pasar Jaya optimistis dapat menciptakan ekosistem pasar tradisional yang lebih bersih, nyaman, sehat, dan ramah lingkungan bagi pedagang maupun masyarakat pengunjung.