Anggaran Rp182,7 Milyar untuk Pembebasan Bantaran Sungai Ciliwung Tahun Ini Segera Dieksekusi

Cardovanews.com – Tekad Gubernur DKI Jakarta menyelesaikan normalisasi sungai Ciliwung sebagai program strategis dan mendesak sebagai upaya penanggulangan banjir akan segera dipercepat. Upaya tersebut terlihat dari upaya permohonan tambahan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 182,7 miliar kepada DPRD DKI Jakarta oleh Dinas Sumber Daya Air (dinas SDA).

Menyikapi permintaan tambahan anggaran tersebut, Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar merampungkan pembebasan lahan sepanjang 16,52 kilometer di bantaran Sungai Ciliwung.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike usai rapat bersama eksekutif dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Perubahan Tahun 2025, Rabu (16/5) membenarkan hal tersebut.

Menurut Yuke, rancangan anggaran sebesar Rp182,7 miliar yang diajukan oleh Dinas SDA DKI Jakarta harus diprioritaskan untuk program normalisasi Sungai Ciliwung. Sehingga upaya penyelesaian banjir di DKI Jakarta dapat selesai tepat waktu.

“Itu menjadi prioritas anggaran pembebasan lahan meneruskan Program Normalisasi Sungai Ciliwung tahun 2027 harus selesai semua pembebasan lahannya,” ujar Yuke di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Ia mengatakan, anggaran yang diajukan dalam RKPD Perubahan Tahun 2025 dapat benar-benar bisa melayani masyarakat. Khususnya, masyarakat yang terdampak Program Normalisasi Sungai Ciliwung.

Sehingga, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Jangan sekadar minta nambah atau mencoret tetapi ternyata tidak terserap juga,” tegas Yuke.

Untuk itu, harap Yuke, Dinas SDA DKI Jakarta dengan jumlah anggaran tersebut dapat menyelesaikan pembebasan lahan tersebut.

“Kita berharap perencanaannya matang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan dengan kondisi di lapangan,” jelas Yuke.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan usulan penambahan anggaran sebesar Rp182,7 miliar berkaitan dengan percepatan Program Normalisasi Sungai Ciliwung yang ditargetkan selesai pada 2027.

Hal ini sesuai dengan mandat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid.

“Mohon berkenan tetap akan kami sesuaikan dengan kemampuan kami menyerap sampai dengan akhir tahun 2025 ini,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Unit Pengadaan Tanah Dinas SDA, Rudito Setiawan menjelaskan pihaknya siap melaksanakan percepatan pembebasan lahan bantaran sungai Ciliwung tahun ini dengan rincian sebagai berikut

1. Kali Ciliwung Pengadegan luas 13.101 m2 estimasi 93.000.000.000
2. Kali Ciliwung Cililitan luas 7.297 m2 estimasi 5.000.000.000
3. Cililitan Rp 58 miliar dan dua lokasi PSN (Program Strategis Nasional) yakni, Kali Apura Rp 30 miliar dan
Kali Cakung Lama Rp 30 miliar.
Sehingga dalam anggaran perubahan kami butuhkan Rp 158 miliar, katanya.

Rudito menambahkan optimisme penyelesaian pembebasan lahan ini berdasarkan kondisi lapangan dan kerjasama dengan berbagai pihak lintas sektoral. Baik kelurahan, RT, RT, camat dan terutama pemilik lahan.

Begitu juga SK Penloknya (Penetapan Lokasi) sudah ditandatangani Gubernur. Sehingga kami akan bisa bekerja lebih cepat. “Mohon dukungannya, semoga tidak ada hambatan ya. Agar pekerjaan fisiknya bisa segera menyusul.

Dengen demikian target pak Gubernur menuntaskan normalisasi sungai Ciliwung, insya Allah tercapai”, pungkas Rudito kepada Cardovanews, Minggu, (18/05/25).

[Sabam Pakpahan]